Mini Weekend Antiokhia MKK

^ Palu Bulu ke-18 Antiokhia MKK, Gerard & Aurel

Tibalah hari Selasa, 27 Desember 2016, hari yang ditunggu – tunggu oleh para Antiokhers MKK, karena Antiokhia MKK menyelenggarakan mini weekend selama 3 malam 4 hari, dari tanggal 27 Desember 2016 – 30 Desember 2016. Mini Weekend Antiokhia MKK diselenggarakan di villa Kota Bunga Puncak. Pada tanggal 27 Desember jam 4 pagi, para antiokhers mulai berkumpul di Mega Kebon Jeruk. Kami sepakat jam 4 pagi agar tidak macet  tetapi ternyata para Antiokhers MKK sangat tepat waktu sehingga kami jalan jam 05.30 WIB. Syukurlah selama perjalanan kami semua selamat sampai tujuan  dan tidak macet sehingga jam 07.30 WIB para Antiokhers MKK mulai berdatangan ke Villa Kota bunga.

Sesampai disana kami segera membagi kamar, beres – beres,  main werewolf dan makan siang. Jam 13.30 WIB acara Mini Weekend pun dimulai dengan sambutan dari koordinator mini weekend yaitu Alfonsus Yudha (Yudha) dan Daniela Marvela (Vela). Sebelum acara dimulaikami membuat peraturan selama 4 hari 3 malam di villa ini. Dari, oleh dan untuk kita, agar selama acara berjalan dengan lancar. Selain itu, kita juga melakukan pemberkatan villa. Kemudian, permainan pun dimulai dengan dibaginya 4 kelompok yang akan dipakai sampai akhir acara. Permainan ini bernama post – it, permainan ini adalah permainan dimana kita harus menempelkan post – it ke tubuh perwakilan dari anggota kelompok kita sebanyak mungkin, kemudian perwakilan dari kelompok harus catwalk bagaikan model dan harus mencopotnya kembali tanpa memakai tangan. Lalu acara dilanjutkan dengan nyanyi, menari dan presentasi yang dibawa oleh Stefanus dan Rio. Matahari pun meninggalkan kota bunga dan bulan pun mulai mendatangi kota bunga, pada malam pertama ini kita bermain yang membuat para Antiokers makin dekat satu sama lain. Permainan ini terdapat 4 pos yang semua anggota kelompok akan berpencar mencari sebuah clue yang identik dengan penjaga pos. 4 pos tersebut terdapat 4 permainan yaitu flip the plastic, tebak gaya, tebak lagu dan octopus. Setelah itu, kami membuat tembok harapan, tembok harapan ini berisi harapan-harapan para Anthiokers, harapan individu atau pun bersama-sama. Setelah itu dilanjutkan dengan membuat palancas dan renungan malam yang dibacakan oleh Han Phan, lalu kami pun tidur.

Hari kedua pun tiba, kami memulai hari yang cerah dengan renungan pagi yang dibawakan oleh yola, yang dilanjutkan dengan makan pagi dan nyanyi. Kemudian, kami bermain permainan yang disebut dengan tiru gaya, dimana semua anggota kelompok harus menirukan gaya sesuai apa yang dikatakan oleh MC tetapi yang membuat game ini sulit yaitu setiap anggota kelompok harus menirukan gaya yang sama tanpa melihat gaya teman sekelompoknya. Kemudian dilanjutkan dengan istirahat,  nyanyi,  makan siang, presentasi yang dibawakan oleh Rio dan Stefanus dan tulis palancas. Setelah itu, kami bermain games yang dinamakan Pecahkan Bolamu. Jadi di games ini, setiap kelompok mempunyai bentengnya sendiri dan hanya boleh menyentuh benteng selama  10 detik, kami pun mendapatkan 2 balon yang isinya air sebagai nyawa kita dan hanya boleh disembunyikan di bagian tubuh kita dan botol aqua yang isinya air untuk menyerang lawan dan pemenangnya adalah kelompok yang masih banyak balonnya. Kemudian dilanjutkan dengan kampanye dari 2 calon palu dan 2 calon bulu dan pemilihannya dimenangkan oleh Gerard (palu) dan Aurel (Bulu). Hari kedua diakhiri dengan BPS (Bagaimana Perasaan Saya), dimana para antiokhers bisa mengenal sesame antiokhers lainnya.  Dan akhirnya kami pun tidur.
Pada hari ketiga, kami memulai hari dengan renungan pagi yang dipimpin oleh Juan dan makan pagi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan rapat perdana untuk weekend antiokhia ke 18. Pada rapat ini kita memilih koordinator setiap seksi dan anggotanya dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah itu, kami bermain treasure hunt dimana setiap kelompok diberikan teka teki silang (TTS) dan cara menjawabnya kita harus bisa memecahkan clue yang diberikan, karena clue tersebut akan membawa kita ke jawaban yang tersembunyi. Lalu, kami diberikan waktu untuk istirahat dan menulis palancas. Pada malam hari, acara ditutup dengan candle with care, dimana para antiokhers dapat mengeluarkan perasaannya dan terima kasih kepada seseorang.

Pada hari terakhir, kami mengadakan misa pelantikan palu dan bulu Antiokhia ke 18. Kemudian, acara dilanjutkan dengan ter – teran, dimana kami memberikan predikat kepada seseorang yang berawalan ter. Setelah itu, kami foto – foto dan pulang dengan damai ke Jakarta. (vela)


blog comments powered by Disqus