Week End 20 Antiokhia Santo Yakobus Kelapa Gading

WEEKEND 20! KUY! Let’s Go Cuy! Begitulah jargon yang menandai Weekend 20 Antiokhia Gading.

Tanpa terasa Antiokhia Gading sudah menjalankan Weekend ke-20nya di Pondok Remaja Anugerah tanggal 5-8 Juli 2018. Banyak hal-hal seru yang dialami team maupun peserta pada kesempatan kali ini. Bahkan, keseruannya masih terasa sampai kami semua kembali ke rumah masing-masing. Lebih hebatnya lagi, dalam waktu 4 hari 3 malam, Antiokhia Gading mendapat keluarga baru sebanyak 48 orang loh!

Tema yang diusung kali ini adalah “Kita Untuk Yesus” yang disingkat KUY! Tema ini tidak dipilih begitu saja melainkan dengan tema ini diharapkan dapat menjadi ajakan bagi para Orang Muda Katolik, khususnya yang tergabung dalam Antiokhia ini, agar dapat terus melayani untuk Yesus.

Seperti biasanya, team maupun peserta berkumpul di Gereja St. Yakobus pukul 6 pagi! Meskipun matahari masih malu-malu menampakkan diri, semangat dan keceriaan team dalam menyambut calon keluarga barunya sudah terasa. Tanpa berlama-lama, Romo Hadi memimpin doa pagi kami semua, memohon kelancaran, keceriaan dan keselamatan dalam perjalanan pada Weekend kali ini.

Setelah foto bersama, kami langsung menuju Gunung Geulis untuk memulai Weekend 20.

Perjalanan selama 3.5 jam pun terasa singkat. Di dalam bus team mencoba untuk mendekatkan diri kepada peserta yang masih malu-malu kucing. Berbagai games sederhana dimainkan di dalam bus.

Tahun ini merupakan tahun yang cukup unik untuk Antiokhia Gading. Banyak yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah sharing dan cerita-cerita yang dibawakan oleh presenter-presenter kece dari team. Sharing yang dibawakan dikemas dalam berbagai cara kreatif. Ada yang membawakan sharingnya diselingi oleh games-games kecil serta nyanyian, ada yang mengemasnya dalam sebuah drama, bahkan ada yang menyulap aula menjadi studio talkshow seperti yang kita lihat di TV!

Hari pertama ditutup oleh renungan malam. Namun, sebelum itu, kami melakukan aktivitas hunting night, yaitu main games outdoor! Para antiokhers baru dibagi menjadi 6 kelompok dan berkompetisi di pos-pos yang telah disiapkan oleh para team.

Dinginnya pagi biasanya membuat orang-orang malas untuk keluar dari selimutnya yang hangat. Namun, berbeda dengan Weekend 20 ini. Pagi-pagi sekali team sudah mempersiapkan diri untuk membangunkan semuanya dengan alarm ala Antiokhia Gading! Team bernyanyi lagu-lagu pujian seperti “Mars Antiokhia”, “Jangan Lelah”, “Bersyukurlah”, dan “Pekerja Kristus”. Hal ini dilakukan team supaya kami semua yang bangun pagi lebih semangat mendengar nyanyian-nyanyian yang membakar semangat tersebut. Disambung dengan lagu “Lulalu”, seluruh antiokhers diajak untuk bergerak. Semangat pagi ini dibungkus oleh games basah!

Games basah kali ini mirip seperti ular naga. Satu kelompok saling memegang bahu teman didepannya, lalu mereka punya senjata berupa semprotan setrikaan (berisi air) yang digunakan untuk menyobek kertas yang sudah ditempel di punggung tiap-tiap orang. Bagi yang kertasnya sobek, harus keluar dari arena permainan dan tetap membantu kelompoknya dengan melemparkan balon berisi air. Lucunya adalah 15 menit games berlalu, seluruh antiokhers ternyata sudah basah semua. Seakan-akan antiokhers baru pun tidak mau basah sendiri sehingga mereka juga menyemprot air ke antiokhers lama.

Hari kedua tidak kalah seru dengan hari pertama. Dengan renungan dan sharing yang inovatif serta kreatif ditambah games-games yang heboh, tetap membuat seluruh antiokhers bersemangat.

Puncak acara pada hari ini adalah ibadat rekonsiliasi. Seluruh antiokhers diajak untuk menenangkan diri terebih dahulu dengan mendengarkan lagu-lagu dari taize, kemudian menerungkan dan merefleksikan diri. Diakhiri dengan membakar kertas yang bertuliskan dosa-dosa tiap individu sebagai lambang penyerahan. Papi-mami juga tidak lupa meluangkan waktu untuk mereka yang mau curhat.

Malam yang lebih khusyuk bukan berarti paginya harus bermalas-malasan! Seperti pada pagi sebelumnya, di saat mentari belum bersinar, team sudah heboh dengan semangatnya yang luar biasa membangunkan seluruh antiokhers baru.

Di hari ketiga ini, seluruh antiokhers baru ditantang untuk beradu akting dalam sebuah drama kitab suci yang dibawakan tiap kelompok. Yang sangat menarik dari hari ini adalah misa pelantikan. Misa pelantikan Antiokhers baru dipimpin oleh romo Hari Liong.

Dilantik menggunakan kalung salib khas Antiokhia, maka resmilah sudah para peserta WE20 Antiokhia Gading menjadi bagian dari keluarga besar Antiokhia. Tidak lupa, kami memberikan kejutan kepada mereka di malam penutupan, yaitu kehadiran orang tua dari para Antiokhers Baru.

Di malam penutupan ini, kami juga kedatangan teman-teman dari Sie Kepemudaan St. Yakobus, teman-teman dari Antiokhia Distrik. Energi yang ada di dalam satu aula seakan-akan meledak tidak terbendung.

Di malam penutupan ini seluruh Antiokhers memuji Tuhan dengan melayangkan lagu-lagu pujian tanpa henti.

p.s. malam penutupannya pake glow stick loh biar kayak di dewepe-dewepe gitu deh.

Meskipun sudah jejingkrakan, melompat dan bergerak dengan semangat, ternyata malam masih panjang. Malam ini juga adalah malam palancas. Dimana seluruh antiokhers dapat memberi “surat cinta” kepada siapapun dan menghabiskan malam bersama di aula.

Weekend 20 Antiokhia Gading diakhiri di hari keempat dengan BPS dari palu-bulu, mengabadikan momen bersama dan kembali ke Gereja Santo Yakobus.

Weekend Antiokhia adalah salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu, baik oleh tim, maupun dari peserta Weekend. Semoga dengan tulisan ini, kami dapat berbagi keceriaan dan semangat untuk seluruh Antiokhers yang ada.

Terakhir, semoga seluruh Orang Muda Katolik dapat menjadi selalu melayani untuk Yesus.